79 Mahasiswa UBY Ditarik dari Lokasi KKN

 

BOYOLALI– Sebanyak 79 mahasiswa KKN Universitas Boyolali (UBY) ditarik dari lokasi KKN, Jumat (29/3) di Kecamatan Sawit, Boyolali. Acara penarikan itu dilakukan dari kantor Kecamatan Sawit.

Acara penarikan mahasiswa KKN ini juga dihadiri kepala desa se- Kecamatan Sawit.

Diawali dengan kesan dan pesan dari Lurah Cepoko Sawit Slamet Raharjo yng menyatakan, waktu 1 bulan KKN dirasa masih kurang dan karena banyak potensi unggulan di Kecamatan Sawit. Begitu juga banyak program KKN sangat bermanfaat bagi warga desa.

“Seperti penyuluhan dan pembinaan UKM dari mahasiswa kepada UKM di Sawit,” kata kades Cepoko Slamet Raharjo.

Pihak kampus diwakili Wakil Rektor 1 Saiful Bachri memohonkan maaf atas mahasiswa UBY yang sebesar besarnya selama mahasiswa KKN banyak kesalahan dan kurang kesempurnaan.

” Pastinya selama disini, banyak kesalahan, perilaku dan sopan santunnya,kami mohon maaf,” ujar Saiful.

Mnurut, Saiful banyak yang didengar serta informasi banyaknya UKM yang ada di Sawit seperti kerupuk kangkung yang perlu untuk dilakukan pembinaan.

“Beberapa waktu lalu kami dengan tim sidak di kecamatan Sawit ternyata banyak ditemukan potensi unggulan, seperti krupuk kangkung dan pecel udang galah,”jelas Saiful.

Pihak kampus juga menyatakan banyak trimakasih atas ketersediaan tempat dan waktu untuk dijadikan lokasi KKN.

Camat Sawit Purnawan mengaku,bahwa pendidikan saat KKN selama 29 hari, tentunya waktu sangat pendek sehinngga banyak kegiatan yang lain belum dikembangkan. Sehingga waktu KKN yang singkat ini perlu ditambah waktunnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada mahasiswa UBY atas kegiatan KKN yang juga ikut membantu desa sehingga dapat terjadi perubahan,”katanya.

Sebanyak 79 Mahasiswa UBY Ikuti Pembekalan KKN

Dosen Ilmu Komunikasi UBY, Bejo sedang memberikan pembekalan KKN di aula kampus setempat.

BOYOLALI- Sebanyak 79 mahasiswa Universitas Boyolali (UBY) dari 4 fakultas mengikuti pembekalan KKN di aula Universitas Boyolali.

Materi pembekalan meliputi strategi komunikasi kepada masyarakat dan bagaimana menjadi pemimpin rombongan saat tiba di daerah KKN dan apa yang harus dilakukan mahasiswa peserta KKN begitu bergabung dengan penduduk setempat.

Pentingnya komunikasi sangat diperlukan dalam bersosialisasi kepada warga, bagaimana pesan yang disampaikan bisa dipahami warga.

“Komunikasi itu penting agar publik bisa memahami pesan mahasiswa dan kita bisa memperoleh umpanbalik sesuai yang kita harapkan,” kata Bejo, dosen Fakultas Komunikasi UBY,Sabtu(23/2/2019).

Menurut Bejo, komunikasi sangat diperlukan untuk mempermudah mahasiswa berinteraksi dengan warga sehingga mahasiswa mampu berbicara secara jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

“Mahasiswa harus bisa interaksi dengan masyarakat tempat KKN serta bisa menjaga almamater UBY,”ujarnya.

Selain strategi komunikasi dalam pembekalan ini juga di beri materi kepemimpinan saat berada di lokasi KKN.

“Kita sebagai mahasiswa harus bisa menjadi panutan masyarakat karena mahasiswa adalah utusan dari kampus dan mewakili kampus. Baik buruknya kampus salah satunnya dipengaruhi oleh mahasiswa yang melaksanakan program KKN, “jelas Sigit Muryanto yang juga dosen Fakuktas Pertanian UBY ini.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Saiful Bachri berpesan agar mahasiswa di lokasi KKN jangan berpolitik. Karena tugas anda sebagai mahasiswa adalah belajar dan saat ini mengikuti KKN.

“Tanggalkan atribut politik saat berada di lokasi KKN,” tegas Saiful.

Dalam KKN lokasi yang ditentukan di Kecamatan Sawit, Boyolali yang tersebar di 12 desa di kecamatan setempat.

Akreditasi Instistusi UBY peringkat B

Pada tanggal 28 Desember 2018, UBY memperoleh peringkat B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).  Dengan demikian, UBY secara sah  lulusannya yang diakui oleh pemerintah dan lulusannya berhak menyandang gelar kesarjanaan sesuai bidang ilmunya masing-masing.

Melihat Kampus

UBY–Melihat dari dekat Kampus Universitas Boyolali (UBY). Kampus ini terletak persis dipinggir Jalan Raya Boyolali-Semarang tepatnya di Jalan Pandanaran No.405, Dusun Winong, Kecamatan, Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Untuk menuju kampus ini cukup mudah, sebab,UBY–Melihat dari dekat Kampus Universitas Boyolali (UBY). Kampus ini terletak persis dipinggir Jalan Raya Boyolali-Semarang tepatnya di Jalan Pandanaran No.405, Dusun Winong, Kecamatan, Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Untuk menuju kampus ini cukup mudah, sebab, tempatnya sangat strategis, tepat tidak jauh dari Kota Boyolali. Dan sangat mudah ditempuh dengan kendaraan apapun. Maka tidak heran bila, mahasiswanya datang dari berbagai daerah,yakni dari wilayah Jawa Tengah maupun dari luar Jawa.

Yang menarik, dosen pada kampus ini didominasi dari kalangan muda yang berpengalaman, sehingga penyerapan ilmu yang didapat tidak kalang dengan Perguruan Tinggi lainnya yang berada di sekitar Kabupaten Boyolali atau wilayah Jateng.

Salah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Nuzul mengaku, senang masuk kuliah Univertas Boyolali. Pasalnya, selain, biayanya terjangkau juga mudah, sebab, lokasinya setrategis atau jalan raya.UBY–Melihat dari dekat Kampus Universitas Boyolali (UBY). Kampus ini terletak persis dipinggir Jalan Raya Boyolali-Semarang tepatnya di Jalan Pandanaran No.405, Dusun Winong, Kecamatan, Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Untuk menuju kampus ini cukup mudah, sebab, tempatnya sangat strategis, tepat tidak jauh dari Kota Boyolali. Dan sangat mudah ditempuh dengan kendaraan apapun. Maka tidak heran bila, mahasiswanya datang dari berbagai daerah,yakni dari wilayah Jawa Tengah maupun dari luar Jawa.

Yang menarik, dosen pada kampus ini didominasi dari kalangan muda yang berpengalaman, sehingga penyerapan ilmu yang didapat tidak kalang dengan Perguruan Tinggi lainnya yang berada di sekitar Kabupaten Boyolali atau wilayah Jateng.

Salah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Nuzul mengaku, senang masuk kuliah Univertas Boyolali. Pasalnya,

, biayanya terjangkau juga mudah ditempuh, sebab, lokasinya setrategis atau dipinggir jalan raya.
Ya dengan kampus lainnya UBY lebih . Dan jurusan yang ditawarkan juga menarik, seperti kampus kampus lainnya,”katanya, Jumat(28/12/2018). (JK).

“Ya, dibanding dengan kampus lainnya UBY lebih murah. Dan jurusan yang ditawarkan juga menarik, seperti kampus kampus lainnya,”katanya, Jumat(28/12/2018). (JK).

tempatnya sangat strategis, tepat tidak jauh dari Kota Boyolali. Dan sangat mudah ditempuh dengan kendaraan apapun. Maka tidak heran bila, mahasiswanya datang dari berbagai daerah,yakni dari wilayah Jawa Tengah maupun dari luar Jawa.

Yang menarik, dosen pada kampus ini didominasi dari kalangan muda yang berpengalaman, sehingga penyerapan ilmu yang tidak kalang dengan Tinggi lainnya yang beradhm
a di sekitar Kabupaten Boyolali atau wilayah Jateng.

Salah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Nuzul mengaku, senang masuk kuliah Univertas Boyolali. Pasalnya, selain, biayanya terjangkau juga mudah ditempuh, sebab, lokasinya setrategis atau dipinggir jalan raya.

“Ya, dibanding dengan kampus lainnya UBY lebih murah. Dan jurusan yang ditawarkan juga menarik, seperti kampus kampus lainnya,”katanya, Jumat(28/12/2018). (JK).

UBY Menerima mahasiswa Bidikmisi 2019/2020

Pada tahun akademik 2019/2020, UBY membuka pendaftaran mahasiswa baru yangterdiri dari jalur

a. reguler : calon mahasiswa dari lulusan SLTA

b. bidikmisi : calon mahasiswa dari lulusan SLTA tahun 2019/2020 dengan persyaratan bidikmisi dari RistekDikti

c. Beasiswa Berprestasi : calon mahasiswa dari SLTA tahun 2019/2020, dan 2018/2019 dengan persyaratan dari  orangtua yang kurang mampu secara ekonomi, memiliki prestasi akademik, olahraga dan seni.

Prodi yang dibuka

a. Ilmu Hukum terakreditas BAN PT Peringkat B

b. Manajemen terakreditas BAN PT Peringkat B

c. Akuntansu terakreditas BAN PT Peringkat B

d. Peternakana terakreditas BAN PT Peringkat B

e. Agroteknologi terakreditas BAN PT Peringkat C

f. Teknik Informatika S1 terakreditas BAN PT Peringkat C

g. Ilmu Komunikasi

 

Penguatan Kelembagaan Desa Wisata Samiran

MINIMNYA pengetahuan dan kesadaran warga untuk bersinergi dinilai telah menghambat perkembangan pembangunan Desa Wisata Samiran Kecamatan Selo, Boyolali (Dewisambi). Hambatan lain, persaingan yang tidak sehat di antara pelaku usaha desa wisata setempat. Padahal potensi di desa wisata itu sangat besar.

Mulai dari potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga sumber daya buatan, yang memungkinkan Desa Samiran berkembang sebagai penopang kawasan wisata Selo. Kawasan wisata yang berada diantara Gunung Merbabu dan Gunung Semeru itu tidak akan ditemui di daerah lain.

Ketua Program Studi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Boyolali (UBY), Sigit Maryanto mencontohkan, keberadaan homestay di Desa Samiran merupakan unsur pendukung yang sangat strategis dalam pengembangan pariwisata setempat.

Namun sayangnya masih dikelola secara sederhana dan belum terorganisasi dengan baik. ”Demikian pula dengan lingkungan desa yang memiliki potensi agrowisata seperti sayuran, bunga, dan peternakan sapi perah, juga belum terkoordinasi dengan baik.

Sehingga sering kali wisatawan tidak mengenal potensi yang ada,” kata Sigit, Jumat (27/7). Nah, untuk menggugah kesadaran masyarakat, mengintegrasikan potensi yang ada, serta untuk penguatan kelembagaan, mahasiswa UBY yang telah sebulan KKN di Desa Samiran merintis pembentukan koperasi wisata.

Ke depan koperasi itu diharapkan dapat dikembangkan melibatkan banyak pemangku kepentingan atau pelaku wisata setempat. Seperti, kelompok seni dan budaya, pemilik rumah makan/warung makan, pemandu wisata, biro wisata, dan lainnya.

Sosialisasi 

Sigit berharap, melalui integrasi kelembagaan pengelola homestay dan pelaku agrowisata dalam wadah koperasi wisata diharapkan potensi wisata yang ada dapat dioptimalkan kemanfaatannya yang pada gilirannya mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata, pendapatan masyarakat yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat desa Samiran.

”Selain merintis pembentukan koperasi wisata, para mahasiswa juga melakukan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, fokus grup diskusi, dan pendampingan pada warga Desa Samiran, khususnya di Dusun Tretes dan Dusun Pojok, dalam membangun dan mengelola desa wisata.

Pelatihan kelembagaan itu diantaranya, motivasi dan sikap wira usaha, management akutansi dan strategi pemasarane- commerce,” kata dia yang juga koordinator hibah KKN 2018 UBY.

Ketua Tim Hibah KKN PPM Universitas Boyolali, Donna Setiawati menambahkan, pelatihan penguatan kelembagaan penting dilakukan agar proses pembangunan agrowisata yang sudah dirintis warga sebelumnya bisa terselesaikan.

Ia mencontohkan, di lahan pertanian di alam sutra Dukuh Pojok, Dukuh Tretes, dan Dukuh Ngemplak yang semula ditanami sayuran dan kurang tertata kini telah ditanami berbagai jenis bunga dan hortikultura serta didirikan gazebo yang nyaman untuk bercengkerama bersama keluarga atau komunitas. Atau hanya berswaphoto.

”Target khusus KKN PPM 2018 adalah para pengelola homstay dan pelaku agrowisata dalam mengembangkan wisata melalui penguatan kelembagaan koperasi dan kemajuan bisa diukur dari terbentuknya koperasi, tersusunnya panduan pengelolaan homestay, dan tersusunnya modul paket desa wisata Samiran,” kata Dona.

Pembantu rektor 1 UBY Saiful Bahri mengatakan, pelaksanaan hibah pengabdian masyarakat KKN PPM UBY 2018 dinilai cukup berhasil. KKN ini mampu mengintegrasikan berbagai kepentingan dan bersinergi dengan berbagai pihak.

Termasuk Pemkab Boyolali dan pihak swasta. ”Ke depan, tidak hanya agrowisata dan homestay yang akan dikembangkan di Desa Samiran, namun juga potensi desa lainnya,” kata dia. (Langgeng Widodo-45)


Mahasiswa Universitas Boyolali Ikuti KKN PPM DI Desa Wisata Samiran, Ini Progres Yang Dicapai

Mahasiswa Universitas Boyolali mengikuti KKN PPM 2018 di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 26 Juli 2018. (Istimewa/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Universitas Boyolali (UBY) menggelar KKN PPM 2018 di wilayah lereng Merapi-Merbabu Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa ini dilaksanakan sebulan lebih.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pembangunan kwasan wisata berbasis masyarakat di lereng Merapi-Merbabu. Kami mengambil tema ‘Integrasi Kelembagaan Home Stay dan Kelompok Agrowisata dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyakarat,” terang Korlap Hibah Pengabdian Masyarakat KKN PPM IBY 2018 Ir. Sigit Muryanto, M.P., Kamis 26 Juli 2018.

Bentuk kegiatannya yakni sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, FGD, dan pendmapingan kepada warga yang bertempat di Desa Wisata. Selain itu mendorong pengembangan Desa Wisata Samiran (DeWiSamBi) dengan mengintegrasikan kelembagaan kelompok agrowisata, capasity building dan penguatan kelembagaan kepada para pelaku agrowisata.

“Minimnya pengetahuan dan kesadaran warga untuk bersinergi dinilai menghambat perkembangan pembangunan Desa Wisata yang tidak kunjung terselesaikan. Untuk itu butuh pendampingan intensif dalam pengelolaannya,” kata Kaprodi Pertanian Fakultas Pertanian UBY, ini.

Dikatakan, potensi Desa Wisata Samiran pada dasarnya sangat besar. Yakni potensi SDA, maupun SDB (sumber daya buatan) yang memungkinkan Desa Samiran untuk berkembang sebagai penopang kawasan wisata Selo. “Keberadaan homes stay merupakan unsur pendukung yang sangat strategis dalam pengembangan pariwisata,” tegas dia.

Melalui integrasi kelembagaan pengelolaan pelaku agrowisata dan pengelola home stay dalam wadah koperasi wisata, diharapkan potensi wisata yang ada dapat dioptimalkan. Pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa setempat.

Selain itu, rintisan koperasi wisata ke depan dapat dikembangkan merangkul keanggotaan dari pemangku kepentingan lain. Seperti kelompok seni budaya, pemilik rumah makan, pemandu wisata freelance dan mampu membentuk agen perjalanan wisata atau biro wisata.

Bersama dosen pembimbing, para mahasiswa melaksanakan berbagai program. Di antaranya pendampingan, capasity building, dan pelatihan kelembagaan kepada warga Dusun Tretes dan Dusun Pojok, Desa Samiran, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dalam mengelola lokasi agrowisata.

Selain itu juga menggelar pelatihan kelembagaan. Di antaranya motivasi dan sikap wirausaha, cara manajemen akuntansi, dan strategi pemasaran e-commerce. “Hal ini dilakukan karena minimnya pengetahuan terkait manajemen kelembagaan yang menyebabkan proses pembangunan agrowisata tak kunjung terselesaikan,” tandasnya.

Seperti diketahui, lokasi agrowisata dibangun di atas lahan milik warga dengan luasan bervariasi. Lahan pertanian yang semula hanya ditanami sayuran dan kurang tertata, kini telah diperindah dengan tanaman berbagai jenis bunga dan gaezebo untuk bercengkerama bersama keluarga.

Sementara itu, Pembantu Rektor (PR) 1 UBY Ir. Saiful Bahri mengatakan, pelaksanaan hibah pengabdian masyarakat ini dinilai sangat berhasil. Sebab, selain target capaian pokok, target luaran wajib, dan target capaian tambahan dapat terlaksana.

“KKN PPM 2018 di Desa Samiran ini berhasil mengintegrasikan berbagai kepentingan dan bersinergi dengan berbagai pihak. Termasuk Pemkab Boyolali dan pihak swasta, perbankan dan lain sebagianya,” jelasnya.

Indikator kegiatan ini, dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta pelaku pariwisata dan masyarakat Desa Samiran dalam mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat. Kemudian mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan di Desa Samiran. Selain itu terbentuknya koperasi wisata yang berbadan hukum di desa setempat.

Kemudian terjadi peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Desa Samiran. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat diwujudkan target luaran yang bermanfaat bagi pelaku kepentingan desa wisata,” tegas dia.

Kantor Pajak dirikan “Tax Center” di Universitas Boyolali

Boyolali (Antaranews Jateng) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II mendirikan “tax center” atau pusat pajak di Kampus Universitas Boyolali untuk meningkatkan kesadaran pajak di kalangan mahasiswa.

“Terkait dengan perpajakan ini memang kami membidik anak muda terutama para mahasiswa karena suatu saat mereka akan menjadi pekerja atau pengusaha yang artinya menjadi wajib pajak,” kata Kepala Kanwil DJP Jateng II Rida Handanu di sela kuliah umum di Boyolali, Kamis.

Oleh karena itu, menurut dia, pengetahuan tentang pajak sejak awal penting bagi para mahasiswa. Ia mengatakan keberadaan pusat pajak tersebut akan menjadi pusat informasi, pendidikan, dan pelatihan perpajakan untuk meningkatkan kesadaran, dan kepedulian masyarakat atas hak dan kewajiban perpajakan.

“Ini penting karena kesadaran masyarakat akan perpajakan masih rendah,” katanya.

Ia mengatakan untuk kegiatan yang dilakukan di pusat pajak bermacam-macam, di antaranya penelitian, kegiatan seminar, ekspo, dan sosialisasi perpajakan.

“Pusat pajak ini adalah ujung tombak negara, salah satunya sebagai tempat untuk menyosialisasikan bahwa pajak yang dikeluarkan oleh WP bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pajak merupakan sumber pembiayaan negara paling besar untuk pembangunan, dengan kontribusi mencapai 75 persen di samping pinjaman luar dan dalam negeri, serta penjualan sumber daya alam.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak nasional tahun 2010-2016 rata-rata 13,5 persen/tahun.

“Untuk perhitungannya dari pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi serta effort atau usaha-usaha dari kantor pajak. Oleh karena itu, dengan adanya pusat pajak akan makin banyak warga negara yang sadar pajak sehingga capaiannya makin tinggi,” katanya.

Pewarta : Aries Wasita Widi Astuti
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018
https://jateng.antaranews.com/berita/191235/kantor-pajak-dirikan-tax-center-di-universitas-boyolali

Dosen, Staf, Dan Mahasiswa UBY Ikuti Pelatihan Jurnalistik

BANYAK MANFAAT : Pelatihan jurnalistik di kampus Universitas Boyolali (UBY), baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com – Sejumlah dosen, staf, dan mahasiswa Universitas Boyolali (UBY) mengikuti pelatihan jurnalistik di kampus setempat, belum lama ini.

Selain mendapatkan teori, seperti penulisan rilis, berita (straight news), dan penulisan artikel/opini dari pembicara, mereka juga praktik langsung menulis berita untuk mengaktualisasikan teori yang didapat.

Materi penulisan berdasarkan pengalaman mereka di orgamisasi, baik sebagai mahasiswa, dosen, maupun staf di universitas.

Hasil penulisan berita para peserta pelatihan langsung dikoreksi oleh pemakalah, sehingga bisa diketahui kesalahan dan kekurangannya, untuk perbaikan. Dari koreksi itu bisa disimpulkan, sebagian besar peserta bisa langsung memahami penulisan jurnalistik, terutama penulisan straight news yang berpegang pada kaidah 5W+1H, serta mengedepankan data dan fakta.

“Saya kira menulis berita itu angel banget. Setelah tahu teorinya dan ada yang membimbing, ternyata tidak sulit,” kata salah seorang peserta.

Wakil rektor I bidang akademis dan kemahasiswaan UBY, Saiful Bahri berpesan pada para peserta untuk sesering mungkin menulis kegiatan-kegiatan yang diikuti dan diselenggaran sendiri.

Tulisan dalam bentuk berita bisa dikirim ke web UBY, yakni uby.ac.id. Sedang rilis kegiatan bisa dikirim ke media massa, baik cetak maupun online. Bagi para dosen, Saiful mendorong  mereka agar sering menulis artikel atau opini, baik untuk media internal universitas maupun media massa.

“Kalau kegiatan kampus kita banyak diberitakan serta dibaca dan diketahui banyak masyarakat, otomatis branding UBY akan terangkat,” katanya.


(Langgeng Widodo/CN19/SM Network)

https://www.suaramerdeka.com/news/baca/123941/dosen-staf-dan-mahasiswa-uby-ikuti-pelatihan-jurnalistik

Perguruan Tinggi Diberi Kebebasan Akselerasi

BOYOLALI, suaramerdeka.com – Penyelenggaraan perguruan tinggi (PT) yang ada saat ini oleh pemerintah diberi kebebasan berakselerasi dan beriteraksi seluas-luasnya melalui otonomi kampus. Meski demikian, menurut Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LL Dikti) Wilayah VI, keberadaan PT tidak bisa semaunya sendiri dalam bersikap dan bertindak, karena ada regulasi yang harus dipatuhi. Regulasi yang selama ini dikenal dan harus dipenuhi penyelenggara perguruan tinggi.

Antara lain, terkait pelaporan PD-DIKTI, akreditasi prodi, kualifikasi dosen, penerapan kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dan SNPT, mau pun rasio dosen dan mahasiswa. Mengenai kurikulum penerapan berbasis KKNI dan Standart Nasional Pendidikan Tinggi, perlu diaplikasi oleh penyelenggara PT dengan tujuan meningkatkan kualitas lulusan.

“Kuncinya adalah integritas. Integritas adalah salah satu substansinya adalah kejujuran dan kejujuran adalah manifestasi dari sikap dan perilaku yang ditunjukan di setiap aspek, utamanya mengenai kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” kata Kepala LL Dikti Wilayah VI, Dr DYP Sugiharto, dalam sambutan Universitas Boyolali (UBY), Sabtu (27/10/).

Sebanyak 103 wisudawan diwisuda dalam wisuda sarjana ke-13 tahun akademik 2017/2018 di kampus yang berlokasi di Kabupaten Boyolali itu. Yaitu dari program studi ilmu hukum, tehnik informatika, akutansi, manajemen, dan peternakan. Selain wisuda, pihak universitas juga menggelar produk UMKM yang selama ini menjadi binaan.

Rektor Universitas Boyolali, Dr Irnawan Darori, merasa bangga dengan keberhasilan yang diperoleh para wisudawan saat ini. Sebab, secara bersama-sama wisuda itu menunjukkan pada masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya bahwa UBY berhasil melaksanakan amanat yang diberikan pemerintah untuk mendidik anak bangsa hingga menjadi sarjana.

“Ini adalah bentuk pertanggungjawaban UBY kepada masyarakat, bangsa, dan negara dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata rektor.

Saat ini, UBY yang baru berusia satu dasawarsa itu mempunyai enam fakultas dengan tujuh program studi. Darori yakin, perguruan tinggi yang dipimpinnya akan terus berkembang. “Tahun ini ada peningkatan seratus persen dari mahasiswa baru yang masuk ke UBY,” katanya.


(Langgeng Widodo/CN40/SM Network)

https://www.suaramerdeka.com/news/baca/139111/perguruan-tinggi-diberi-kebebasan-akselerasi